Sedikit panduan dalam memilih PSU

Seringkali orang menganggap PSU bukan hal yang penting dan dapat prioritas yang terakhir. Namun banyak orang juga kebingungan memilih PSU yang cocok untu sistemnya. Sekarang banyaknya merek mengeluarkan PSU true power dengan harga realatif murah dan terjangkau. Panduan ini sekedar memberikan gambaran umum seputar PSU.

WATT

PSU menggunakan ukuran watt dalam mensupply daya. Watt dalam PSU dihitung dengan mengalikan votase dengan amperenya. Semakin tinggi watt PSU maka daya yang dapat disupply semakin tinggi

RAILS

Adalah penghantar tenaga ukuranya berupa volt. Di klasifikasin menjadi +3.3V,+ 5V,+12V,-5V dan -12V. Sebagai tolok ukur cukup perhatikan yang (+) saja karena rail (-) hanya untuk penggunakan PC jaman dulu yaitu untuk slot ISA dan Floppy drive. Menghitung daya tiap rail cukup dengan mengalikanya dengan besarnya ampere. Lalu jumlahkan ketiga rail tersebut untuk mengetahui kapasitas maksimal PSU.

Multiple Rails

Seiring dengan berkembangnya teknologi prosesor dan VGA rail +12V semakin membutuhkan daya yang tinggi. Kebutuhan daya yang tinggi ini akan membuat rail +12V menjadi panas dan membuat kinerja PSU menjadi tidak stabil sehingga untuk mengatasi hal ini maka dibagi menjadi 2 rail, 3 rail bahkan yang terbaru 4 rails. Sehingga bisa dikatakan bahwa PSU yang menggunakan dual rail akan lebih stabil dalam mensupply daya karena panas dapat ditekan. Akibatnya energi yang terbuang menjadi panas berkurang.

Penggunakan converter pada PSU multirail dari 4pin ke 8pin tidak dianjurkan karena pembagian dayanya menjadi tidak menyeluruh yang mengakibatkan dapat merusak komponen PSU. Converter 4pin ke 8pin aman digunakan di PSU single Rails karena dayanya tidak dibagi alias di 1 jalur +12V sehingga konversi tidak mengubah daya yang diberikan.

Voltage Regulator

Sering juga disebut ripple ini adalah perubahan output tegangan yang dihasilkan oleh PSU. Perubahan tegangan ini fruktuatif disebabkan oleh kondisi yang tidak konstants misalnya dari idle kemudian menjadi full load. Standart aman yang dianjurkan adalah +/- 5% dari railnya. Semakin sedikit ripple semakin bagus output PSU.

Voltage regulator bisa disebut sebagai komponen yang penting dalam menjaga hardware-hardware dalam komputer. Sebab volt yang flutuatif naik turun dalam waktu yang singkat menyebabkan komponen hardware menjadi rusak. Terutama yang paling sering kena adalah hardisk.

Hold Up time

Adalah cadangan daya yang ada di PSU sebelum kehabisan daya. Dalam kondisi listrik mati atau tidak ada pasokan daya seberapa besar daya yang sanggup ditampung PSU untuk mensupply daya. Semakin besar cadanganya berarti semakin lama waktu dalam mengatasi kondisi input mati. PSU yang bagus memiliki Hold Up Time yang tinggi untuk menandakan komponen yang dipakainya bagus.

Over-Voltage Protection

Hampir semua PSU mempunya fitur ini. Fungsinya sudah jelas yaitu untuk melindung dari lonjakan daya. Sehingga apabila terjadi lonjakan daya secara otomatis PSU akan memutuskan arus. Dengan adanya fitur ini maka user dapat terhindar dari bencana korslet atau kena petir. Jadi apabila terjadi lonjakan yang tinggi yang kena PSU duluan bukan komponen lainya karena arusnya sudah di cut lain klo PSU tidak ada fitur ini lonjakanya langsung diteruskan ke semua komponen komputer.

Jenis – Jenis PSU

Active PFC dan Passive PFC

PFC adalah ukuran efisiensi sebuah PSU. Diukur dengan berapa banyak daya yang terbuang menjadi panas. Perhitunganya dari 0 – 1, mendekati 1 berarti makin efisien. Active PFC menggunakan rangkain tersendiri untuk mengimbangi muatan induksi sedangakn passive PFC hanya mengandalkan kapasitor untuk menjadi muatan induksi. Sehingga jelas kenapa PSU dengan active PFC lebih mahal harganya.

Peak Power dan Continues power

Peak Power adalah daya maksimal yang mampu dihasilkan PSU saat dibutuhkan. Sehingga daya tambahan dikeluarkan saat diperlukan saja. Continues power adalah daya yang konstant dikeluarkan PSU sehingga sering disebut pure power daya yang dihasilkan lebih stabil. Sehingga PSU continues lebih baik digunakan untuk mensupply kebutuhan daya yang lebih kecil misal PSU continues 600w untuk sistem dengan total 500w. Karena apabila dipaksakan untuk mensupply daya yang lebih tinggi dapat merusak PSU.
Dalam ukuran kestabilan continues PSU lebih bagus dibandingkan peak power sebab peak power akan mengeluarkan daya melebihi kapasitanya hanya dalam waktu beberapa detik saja sehingga tidak konstant untuk jangka panjang dapat menyebabkan PSU rusak.

Modular dan non modular

PSU modular adalah pengembangan dari PSU dimana kabel dari PSU dapat dilepas dan dipasang sesuai kebutuhan sehingga kabel yang tidak perlu dapat dilepas. Keuntunganya menjadi lebih rapi kabel-kabelnya dan air-flow dalam casing lebih lancar.

Beberapa salah kaprah soal PSU

1.PSU yang berdaya besar selalu lebih baik dari pada PSU yang dayanya lebih kecil
Belum tentu sebab ukuran watt tidak dapat dijadikan patokan dalam memilih PSU. Perhatikan juga ripplenya percuma memiliki PSU yang dayanya besar tapi flutuasi voltnya sangat tinggi. Malah justru akan merusak komponen hardware yang lain seperti hardisk. perhatikan juga efisiensi yang bisa dihasilkan PSU secara continues

2.PSU Multiple Rail lebih bagus
Dalam keadaan tertentu multiple Rail justru dapat memperburuk keadaan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa multiple rail adalah membagi rail menjadi beberapa bagian. Yang menjadi masalah apabila rail yang digunakan memiliki ampere yang kecil sehingga watt yang dihasilan kurang. Contoh misalnya total +12v adalah 35A dibagi menjadi +12V1 25A dan +12V2 10A apabila rail +12V2 dipakai untuk konektor VGA yang memerlukan daya besar lebih dari 120w maka akan mempengaruhi kinerja VGA. Jadi perlu diperhatikan seberapa besar rail yang dihasilakan cukup atau tidak untuk memenuhi kebutuhan komponen.

3.Active PFC Efisiensi lebih bagus sehingga menghemat tagihan listrik
Jika anda tinggal di eropa mungkin benar sebab di eropa sudah menggunakan active PFC ini dimana perhitungan tagihan listrik menggunakn VA. Sedangkan di indonesia belum mengadopsi PFC dan perhitunganya menggunkan KWH atau KW/Jam. Namun untuk efisiensi Active PFC bisa dibilang lebih bagus karena menggunakan komponen tersendiri dalam mengatur muatan induksi

4.PSU yang bisa mengangkat sistem lebih besar dari rating kapasitasnya berarti bagus
Hal ini yang sepertinya perlu diluruskan. Sebagai contoh marak terjadi test terhadap PSU yang wattnya kecil 400-450W dapat mengangkat sistem high macam core 2 quad dengan VGA yang high-end juga. Hasil tesnya menunjukkan PSU masih sanggup mengahandle dan railnya stabil. Tapi perlu diperhatikan bahwa PSU bukan diukur dari sanggup tidaknya menhandle PC berdaya besar namun juga dinilai dari durabilitynya. Seberapa lama PSU dapat bertahan. Jangan sampai anda membeli PSU watt kecil untuk sistem high-end anda karena dalam penggunaan yang relatif lama PSU akan rusak atau turun kemampuanya karena dipaksa bekerja pada PEAK power secara terus menerus.

 

 
Jadi kira begitu lah beberapa hal yang perlu anda perhatikan sebelum memilih PSU, beberapa psu recommend menurut ane ialah merk Enlight, XFX, Cooler Master, Silverstone & Corsair. Ane sendiri makek PSU CORSAIR GS600, krn kantong yg terbatas gan.. hhe. Jangan heran klo pas dinyalain kipas psu nya gk berputar krn kipas psu nya gk akan muter selama temperatur cpu msh normal. jadi ketika cpu mengalami high temperatur barulah kipas psu nya berputar.

 

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s